Tag Archives: keramik

Suvenir Borobudur

 

Candi Borobudur telah diakui sebagai world heritage oleh UNESCO. Namun langkah penyelamatan cagar budaya ini tidak berhenti pada bangunan candinya saja, tapi juga pada komunitas-komunitas di sekitar candi.

Masyarakat Magelang dikenal dengan berbagai macam keterampilan kriya yang cukup tinggi. Salah satunya adalah kemampuan membuat  gerabah dengan teknik tradisional. Ananta Sutopo, mendesain beragam cenderamata untuk UNESCO dengan tema Borobudur. Produk-produknya menggabungkan selera estetika masa kini dengan teknik tradisional dan dikerjakan oleh masyarakat setempat.

Borobudur_3One of the series is inspired by clay Stupikas that were discovered in a pit to the southwest of Borobudur. This distinct form inspired the Sake set for individual serving. Perfect for Sake and other beverages.

 

Borobudur_4Inspired by the stupa of Borobudur with concentric Lotus petals on its base, the dinnerware set capture this iconic feature on its design.

 

 

Borobudur_2The tea time set offers a simple, functional drinkware for those who enjoy the convenience in the late afternoon time. The recess on tray allow the cups and snacks rest during serving.

 

Borobudur_5A simple canister not only used for storing items, but also as vase/planters.

 

Borobudur_1Jigsaw puzzle of Borobudur symbols is a fun educative tools for children to recognize different symbols found in Borobudur.

 

 

Nama produk: serial suvenir Borobudur (komisi dari UNESCO)

Desainer: Ananta Sutopo

Tahun: 2013

Material: keramik, kayu jati

 

 

Lampu Labu

Aga_5

Lampu ini adalah salah satu produk dari koleksi Aga series yang dikeluarkan oleh Jenggala ceramic. Bentuk lampu terinspirasi oleh bentuk buah labu. Dengan lubang-lubang kecil, cahaya akan turun langsung ke bawah sekaligus terpendar dari lubang-lubang tersebut.

Lampu ini dapat diperlakukan sebagai satuan atau serial, dengan pilihan warna putih, cokelat, dan merah.

Jnggl_Aga2

Aga series : tableware and accessories inspired by the true Bali village – Tenganan. Great collaboration with all Jenggala design team and artist Davina Stephens, NZ.

 

 

Nama produk: lampu Aga series

Desainer: Ananta Sutopo

Brand: Jenggala

Tahun: 2011

Material: keramik, tali

 

Batok Keramik

Coconut Light1

Coconut is a multifunctional tropical plants. The term is derived from 16th century Portuguese and Spanish “cocos”, meaning “grinning face”, from the three small holes on the coconut shell that resemble human facial features. Found across much of the tropic and subtropic area, the coconut is known for its great versatility as seen in the many domestic, commercial, and industrail uses of its different parts. We used this form to design a centrifugal smiling holes, which create directional energetic lights.

 

Nama produk: Tempat lilin Coconut

Desainer: Veny Lydiawati

Brand: V design

Tahun:

Material: keramik (stoneware)

Dimensi: besar: diameter=12cm & tinggi=13cm.

kecil: diameter=8cm & tinggi=7,5cm

Kepompong

cocoon2 copy

Cocoon represents a mysterious energy of birth. From outside, the pupal casing, which save mystery energy of life inside is looked like such an unique ellipse form. We design a tranquil effect for ambience by using the cocoon shape in regular rhythm as the lighting effect.

cocoon1

Nama produk: Tempat lilin Cocoon

Desainer: Veny Lydiawati

Brand: V design

Tahun:

Material: keramik stoneware

Ukuran:

- Besar: diameter: 15 cm, tinggi: 27 cm

- kecil: diameter: 11 cm, tinggi: 14,5 cm

IMG_2938

Kantong Semar

Nephentes1

Tempat lilin ini mengambil bentuk sesuai namanya, Nephentes atau tumbuhan yang dalam bahasa Indonesia lebih terkenal dengan sebutan Kantong Semar. Melalui lubang-lubang pada keramiknya, cahaya akan berpendar menerangi ruangan secara remang-remang.

Light Nephentes2

Nephentes is popular known as the tropical pitcher plants, a genus of carnivorous plants in the monotypic familiy of Nepenthaceae. Nepenthes are easily found in the Indonesian Archipelago, primarily the tropical forest of Kalimantan and Sumatera. The dotted holes on the ceramic body create dramatic lighting and special room ambience. The candle holder is designed with a small leg and higher cover with a purpose: so that the light can reach a wider area give us romantic efect. The body weight is concentrated in the center to keep the lamp stable.

 

Nama produk: Tempat lilin Nephentes

Desainer: Veny Lydiawati

Brand: V design

Tahun: 2013

Material: keramik

Warna: putih, hijau, biru

Dimensi: 18,5 x 18,5 x 12,5 cm

Separuh Porsi

Menakar porsi makanan yang harus kita masukkan ke dalam perut adalah pekerjaan rumah yang tidak mudah. Fajar Kurnia, Jeremy Chia, dan Jo Djauhari mencoba masuk ke wilayah pribadi dan keseharian manusia ini dengan mendesain seperangkat peralatan makan yang berjudul “Halved”.

Pertanyaan saya hanya satu, apakah takaran minum pun harus direduksi menjadi hanya setengah porsi?

o52ao6Sak6CVqKU

01051f615132681a

9e9d84f82ff9aa1a14adaeca16c2df76_large

Halved-2

02f0b7c5fc0871436b2b4f198655da0d_large

579

9a6a63d2ac501905399acb1b554267dc_large

Nama produk: Halved

Desainer: Fajar Kurnia, Jeremy Chia, Jo Djauhari

Tahun: 2013

Material: keramik

l_5771_halved-dinnerware

photo-main

Definisi Ulang Minum Sake

padi1

Padi merupakan commission work yang dilakukan Fitorio Leksono untuk W Hotel. W Hotel sebagai hotel imternasional membutuhkan sebuah set minum sake yang berbeda dengan cangkir pada umumnya.

Nama Padi dipilih karena sake terbuat dari beras, yang dihasilkan oleh tanaman padi.

Pada produk ini, Fitorio lebih banyak bermain dengan bentuk yang ia hasilkan dari studi ergonomis saat orang menuangkan sake dari botolnye ke cangkirnya, juga pada saat tangan memegang cangkir saat meminum sake.

padi2

Maka didapatlah Padi, yang terlihat sangat sederhana. Detailnya terdapat pada leher botol dan bibir cangkir, yang bertujuan agar proses minum sake dan menuangkannya menjadi lebih menyenangkan.

padi3

padi4

padi5

Local identity is a contemporary global identity. It happens everywhere including in the hospitality industry.

This project tried to implement the philosophy through a porcelain sake set for one of the prominent global hotel chains, W Hotel.

Padi is an example of the fusion of tradition and contemporary brand identity which translated into a drinkware set in order to enhance the hospitality experience.

Keramik Berpendar

ilumi 1 copy_860

Inovasi memang biasa muncul dari keterbatasan. Tahun 2008 adalah tahun yang berat bagi Jenggala, sebuah brand produk keramik yang berbasis di Bali. Krisis ekonomi melambatkan penjualan produk mereka. Di saat yang sama, saingan-saingan juga bermunculan. Banyak merek baru, bahkan besar, menjual produk dengan harga yang jauh di bawah standar harga produk-produk Jenggala. Ditambah lagi, merek-merek lain juga tak segan meniru desain-desain khas Jenggala dengan harga murah.

Ini mengapa Jenggala tidak bisa nyaman dengan desain-desain yang ada saat itu. Merespon hal ini Fitorio Leksono mendesain sebuah produk baru Jenggala dengan menggunakan keramik translucent, yang saat itu baru pertama kali dilakukan oleh Jenggala.

Dengan penggunaan material ini, Jenggala yakin produk-produk mereka tidak akan mudah ditiru, karena tidak semua produsen keramik memiliki teknologi dan peralatannya, yaitu RAM press machine.

ilumi 2 copy_860

ilumi 6 copy_860

ilumi 10 copy_860

ilumi 7 copy_860

ilumi 11 copy_860

ilumi 8 copy_860

ilumi 9 copy_860

The company in order to maintain its position as a market leader has to use innovation as the main ammo. It is also happen with Jenggala, one of the leading companies in high end ceramic tableware industries in Indonesia.

The 2008’s economy crisis has affecting its revenue; in addition there is some competitor that starts to taking over Jenggala’s market.

Ilumi is one of the solutions for Jenggala in order to survive through the economy crisis while also retake and even broadening its local market.

ilumi 12 copy_860

Nama produk: Ilumi

Desainer: Fitorio Leksono

Brand: Jenggala

Tahun: 2011

Material: keramik translucent

Hewan-Hewan Perkusi

Maracas3Rabbit (13 x 6 x 5 cm)

Fauzi Adhika terinspirasi alat musik perkusi asal Amerika Latin, Marakas. Ia membuat alat perkusi serupa namun menggunakan material keramik (high-fire stoneware). Fauzi yang juga biasa mendesain mainan, mendesain alat musik sederhana ini ke dalam bentuk yang secara visual dekat dengan anak-anak, yaitu karakter-karakter binatang.

Maracas2Rabbit (13 x 6 x 5 cm)
Maracas4Poult (10 x 6 x 6 cm)
Maracas1Deer
Maracas8Deer
Maracas6
Nama produk: Maracas
Desainer: Fauzi Adhika
Brand: Jenggala
Tahun: 2011
Material: high-fired stoneware